Monday, October 25, 2010

Tips Eco-design: Rumah Ramah Lingkungan/Eco Friendly: Rumah Asri di tengah Polusi

annahape.com Model rumah idaman  tidak cukup kalau hanya bagus dipandang mata. Itu pikiran setengah kuno, egois dan cenderung narsistik. Konsep rumah minimalis, rumah modern, rumah tradisional atau apapun dewasa ini mesti ditambahi satu unsur yaitu ramah lingkungan!
Dalam dunia arsitektur konsep desain yang ramah lingkungan disebut sebagai ecodesign. Apa saja yang harus dipenuhi dalam desain rumah ramah lingkungan? Berikut penjelasan dan contohnya.
Rumah ramah lingkungan artinya rumah yang mengintegrasikan seluruh proses dalam kesatuan dengan mempertimbangkan akibatnya bagi lingkungan. Artinya, sejak awal proses desain, pembangunan dan pemanfaatan bangunan berbagai segi dipertimbangkan.
Aspek yang harus dipertimbangkan utamanya adalah:
1. Konsumsi sumber daya yang hemat dan efisien (energi, material, air dan lahan)
2. Emisi baik terhadap udara, air dan tanah terkait dengan lingkungan dan kesehatan
3. Lain-lain (seperti kebisingan dan getaran).

Kalau Anda ingin mengaplikasikan ecodesign bagi rumah idaman Anda, konkretnya bisa menjadi banyak sekali. Misal, rumah yang kaya sinar matahari, agar listrik dapat dihemat. Jendela yang banyak dan aliran udara yang lancar sehingga Anda tidak membutuhkan AC. Lahan yang cukup untuk sumur resapan. Ruang hijau, alias taman yang mensuplai kebutuhan udara bersih. Instalasi pembuangan air kotor dan sampah yang dapat didaur ulang. Pemanfaatan bahan bangunan yang tidak boros. Dan lainnya. Dan sebagainya.
Wuih, ternyata banyak segi yang harus diperhatiakan dalam desain. Tentu tidak semua desain dapat selalu menampung seluruh aspek. Tapi minimal. Sekali lagi minimal: Anda jangan pernah menghabiskan seluruh lahan untuk rumah, atau tertutup semen. Anda perlu memperhitungkan agar setiap ruang mendapatkan sinar matahari dan udara yang cukup. Gunakan dan letakkan titik lampu pada tempat yang optimal.
Dalam contoh di bawah ini konsep ecodesign coba kami terapkan dalam sebuah bangunan berlantai 3. Perhatikanlah bahwa di setiap lantai, kami menyediakan ruang terbuka yang dapat dipakai untuk kebun atau tanaman hias,aliran udara yang melimpah, namun tetap terlindung dari sengatan matahari
XGambar perspektif tampak rumah dan potongan dari Berbagai Sudut yang memperlihatkan penempatan ruang hijau di semua lantai.
eco1web
Gambar Detail Arsitektur yang memperlihatkan taman di depan dan belakang rumah. Taman menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dari seluruh bangunan,
eco2web
Gambar detail pada balkon lantai dua, dengan roof garden, serta secondary skin (klik di sini, untuk penjelasan lebih jauh) yang mensiasati sinar matahari agar tidak langsung masuk ke dalam rumah. Tetapi tetap ada aliran udara yang lancar masuk kedalam rumah.
eco3web
Nah, kalau kebetulan sekarang Anda sedang mendesain rumah idaman, tanyakanlah kepada arsitek Anda, di bagian mana sang arsitek menerapkan ecodesign?

Tips Inner Court (Taman Dalam Ruang): Menciptakan Inner Beauty bagi Rumah Tinggal

annahape.com Telah banyak yang dikatakan para arsitek dan desainer interior tentang inner court (taman dalam ruang). Anda bisa melacaknya sendiri dengan mengetik kata inner court di mesin pencari Google atau Yahoo.
Sedikit mengulang yang dibicarakan rekan-rekan seprofesi saya itu. Keberadaan inner court memberi beberapa manfaat penting. Di antaranya:
1. Penghawaan dan pencahayaan alami karena bentuknya yang terbuka.
2. Memberikan kesan luas pada rumah.
3. Sebagai meeting point yang nyaman bagi seluruh penghuni rumah.
Saya sendiri hendak menambahkan, keberadaan inner court niscaya akan menciptakan inner beauty bagi tempat tinggal kita. Mengapa demikian?
Inner beauty artinya kecantikan atau keindahan yang tumbuh dari dalam diri seseorang (perempuan), bersifat alamiah dan tak pudar oleh usia. Kategori cantik atau indah yang melekat pada diri seseorang yang memiliki inner beauty biasanya berada di luar kategori yang diciptakan oleh promosi iklan kosmetik atau fesyen. Ia tak harus berkulit putih mulus, hidung macung dan tubuh ramping. Kekuatan inner beauty justru mampu tampil apa adanya tapi tetap penuh pesona.

Rumah yang akan Anda bangun boleh saja berukuran kecil atau sedang dan sederhana. Tapi begitu Anda mulai berpikir untuk membuat inner court, sebenarnya Anda tengah menyiapkan fondasi kenyamanan yang alamiah sifatnya. Oleh adanya inner court, Anda bisa memanfaatkan hal-hal yang disediakan alam. Udara yang mengalir dan cahaya matahari. Anda pun masih bisa melengkapi kenyamanan alamiah ini. Misalnya dengan beberapa jenis tanaman dalam pot dan kalau mungkin kolam kecil. Tentang ukuran inner court tak jadi soal. Yang penting proporsional dengan luas rumah.

 
Kenyamanan alamiah ini juga tak cepat menimbulkan kebosanan. Tapi ada kiatnya tentu saja. Misalnya secara berkala Anda bisa menambah, mengurangi atau mengganti jenis tanaman pot untuk inner court Anda. Boleh juga kalau sesekali Anda mengganti formasi tempat duduk di sekitar taman terbuka dalam rumah ini. Atau mungkin dengan menambahkan sedikit sentuhan lighting untuk malam hari.
Pada gilirannya pula kenyamanan alamiah jadi salah satu faktor kunci yang membuat seisi rumah menjadi betah. Dalam hal ini daya tarik rumah bukan pertama-tama terletak pada barang-barang yang ada di dalam rumah. Tapi sungguh-sungguh bersumber dari suasana nyaman dan asri yang dibawa oleh adanya inner court.


Saya pun berharap beberapa gambar yang menyelingi tulisan ini dapat menambah imajinasi Anda tentang fondasi inner beauty bagi rumah Anda nantinya. Terkait dengan Ramadhan: ibadah puasa kita adalah ibadah untuk menyucikan diri. Jalan kembali ke fitrah. Inner court, inner beauty rumah kita, adalah sarana pembantu menggapai inner beauty kita sendiri. Yaitu fitrah setiap insan! 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...